Universitas Advent Surya Nusantara - Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 - Kampus ini adalah kampus Nasional dan terbuka untuk umum - 10 Pendaftar pertama akan mendapatkan Laptop GRATIS - Hubungi nomor kontak kami - Jurusan tersedia: Sistem Informasi - Ilmu Komputer - Ilmu Gizi - Akuntansi - Keperawatan - Filsafat.

REPOSITORY

PENGARUH TINGKAT FINANCIAL DISTRESS TERHADAP STRATEGI MANAJEMEN LABA PADA MASA PANDEMI COVID-19

PENULIS

Charlie Chen, Tanggor Sihombing

TANGGAL

25 Februari 2026

ABSTRAK

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi kinerja keuangan perusahaan. Tahap awal financial distress merupakan masalah profitabilitas di mana perusahaan masih memiliki alat-alat likuid untuk membayar kewajiban jatuh temponya. Ketikafinancial distress berkelanjutan, akan membuat perusahaan berada pada kondisi yang lebih ekstrim di mana perusahaan sudah tidak dapat membayar kewajiban yang jatuh tempo denganmenggunakan alatalat likuid lagi. Hal ini menarik perhatian auditor untuk melakukan pengawasan. Menurut teori keagenan, hal ini menciptakan peluang bagi manajer untuk melakukan praktik manajemen laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan praktikmanajemen laba saat kondisifinancial distress pada pandemi COVID-19. Menurut teorikontigensi, pemilihan strategi manajemen laba dipilih berdasarkan kondisi perusahaan tersebut. Penelitian ini menggunakan model Three Stage Dynamic Financial Distress yang dikembangkan oleh Farooq pada tahun 2018 yang dinilai dapat mengukur tingkat financial distress lebih baik dibandingkan dengan model sebelumnya. Penelitian ini dilakukan terhadap210 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada periode 2020 yang merupakan tahun di mana pandemi COVID-19 pertama kali terjadi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan pada pandemi COVID-19, perusahaan cenderung melakukan praktik manajemen laba akrual pada tingkat awal dan akhir financial distress sedangkan tidak melakukan praktik manajemen laba pada industri yang paling terdampak pandemi COVID-19. Kata kunci: COVID-19, Financial distress, manajemen laba akrual, manajemen laba riil